Header AD

Melihat Isi Kotak (& Tips Membeli) Nokia 7 Plus


Dari awal diperkenalkan saat Mobile World Congress 2018 kemarin, ponsel ini sangat menarik banyak perhatian, bahkan lebih banyak daripada sang flagship Nokia 8 Sirocco. Hampir tiap minggu selalu ada mention pertanyaan ke akun Twitter @nokianesia, dengan bunyi tweet serupa, "kapan ponsel ini masuk resmi ke Indonesia?". 

Sertifikasi TKDN-nya sendiri telah terbit pada bulan April 2018 lalu, namun hingga saat ini, ponsel tersebut tak juga kunjung hadir secara resmi. Malah dari rumor serta perkembangan dari TKDN dan Postel, nampaknya varian global dari Nokia X6 (6.1 Plus) akan hadir dalam waktu dekat, menyalip kakak-kakaknya yang sudah diperkenalkan Februari lalu. Kami sendiri sudah sempat mencoba ponsel ini di bulan April lalu lewat sebuah kesempatan, dan langsung susah move-on setelahnya. 

Melihat harga yang sudah cukup stabil, kami memutuskan untuk membeli ponsel ini lewat e-commerce lokal, diimpor langsung dari Singapura. Di akhir tulisan ini, kami juga akan bagikan tips membeli agar tidak salah membeli varian China, jadi silakan disimak sampai akhir ya. Without further ado, inilah isi kotak dari Nokia 7 Plus!


Kotaknya sendiri kurang lebih sama seperti ponsel Nokia rilisan HMD Global, dengan signature genggaman tangan di sisi depan. Spesifikasi singkat ada di sisi belakang, sedangkan nomor IMEI dan keterangan warna ada di sisi bawah kotak. 

HMD Global memberikan kelengkapan yang cukup ekstra untuk Nokia 7 Plus, sama seperti Nokia 5. Dalam sebuah kotak terpisah, terdapat kepala charger yang sudah mendukung Qualcomm QuickCharge, kabel data USB-C, serta earphone bermodel in-ear. Di bawah ponselnya tersembunyi SIM ejector, buku petunjuk, kartu garansi serta soft case transparan — cukup membantu mengingat aksesoris ponsel ini agak susah ditemukan.


Beralih ke ponselnya. Sisi depan Nokia 7 Plus didominasi oleh layar 6 inci berlapis kaca Gorilla Glass 3 dengan rasio 18:9, menjadikannya ponsel rilisan HMD pertama yang menggunakan rasio kekinian tersebut. Logo Nokia diletakkan di sisi atas kanan, di sebelah sensor kamera depan 16 Megapixel. Oh ya, tak hanya kamera belakang, kamera depan ponsel ini juga menggunakan optik dari ZEISS, khas flagship Nokia sejak dulu.


Sayangnya, ponsel ini tidak dilengkapi lampu LED notifikasi. Sebagai pengganti, ada fitur double-tap to wake & ambient display yang dapat menampilkan jam serta notifikasi terbaru ketika ada pesan masuk/ponsel diangkat dari permukaan seperti meja.


Tombol volume serta power terletak di samping kanan ponsel, terasa tactile dan presisi saat ditekan. Sedangkan di samping kanan ada slot SIM hybrid, bisa digunakan untuk menampung dua kartu nano SIM atau satu kartu SIM plus kartu microSD. Audio jack 3.5mm ada di atas, sedangkan di bawah terdapat port USB-C, mikrofon, serta mono speaker. Ya, Nokia 7 Plus tidak memanfaatkan earpiece sebagai speaker kedua layaknya Nokia 6. Cukup disayangkan mengingat dimensinya yang relatif besar, stereo speaker akan membuat ponsel ini sempurna untuk mengonsumsi konten multimedia.




Beralih ke bagian belakang ponsel. Terbuat dari sebuah blok aluminium seri 6000, belakang ponsel ini diberi enam lapisan tambahan "ceramic-feel coating". Tujuannya? Agar tidak licin di tangan dan juga berfungsi untuk menyembunyikan garis antena. Lapisan ini juga sedikit dapat menahan bekas sidik jari. Tapi sayangnya, jika sidik jari sudah menempel, cukup sulit untuk dibersihkan.


Dua kamera beroptik ZEISS diletakkan secara vertikal di bagian tengah, ditemani dual-tone LED flash di sebelah kanan, mikrofon di atas serta sensor fingerprint di bawahnya. Logo Nokia serta logo Android One juga tak ketinggalan hadir di bodi belakang Nokia 7 Plus.



Yang paling kami suka dari desain Nokia 7 Plus adalah penggunaan aksen warna copper pada sekeliling layar, kamera belakang, sensor fingerprint, samping bodi serta logo Nokia di belakang. Warna tersebut cukup menarik perhatian, namun tetap terlihat elegan dan tidak terlalu mencolok. Nampaknya HMD Global mulai berani bermain warna pada ponselnya — kami sendiri berharap mereka bisa kembali menggunakan warna-warna yang ada di Nokia Lumia terdahulu, seperti kuning, cyan dan magenta.

Ingin membeli Nokia 7 Plus saat ini juga? Perlu kamu ketahui bahwa pada umumnya, Nokia 7 Plus yang dijual di e-commerce tersedia dalam dua varian; China dan internasional. Varian China memiliki kode TA-1062, sedangkan internasional ada dalam tiga kode; TA-1062 juga, TA-1055 (India) & TA-1046 (internasional). Tentu saja kami menyarankan untuk membeli yang versi internasional, karena selain software yang sedikit berbeda, hanya varian internasional yang bisa ikutan program Android developer build  (contohnya Android P beta).

(via Aliexpress)

Gambar di atas adalah contoh Nokia 7 Plus varian China yang dijual lewat AliExpress. Harganya relatif lebih murah dari varian internasional, bahkan tidak sampai Rp5 juta. Dari kotak bagian luar, terlihat sedikit berbeda dengan absennya tulisan "Android One". Untuk paket penjualannya sendiri, varian China tidak dilengkapi dengan soft case.

Sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan untuk bertanya kepada seller atau penjual, barang asal/varian mana yang dijual. Gunakan juga sistem rekber seperti yang sudah digunakan oleh Tokopedia dan Bukalapak, jadi kalau pas sudah bilang varian internasional dan yang dikirim ternyata varian China, kamu bisa mengajukan komplain dan uang akan tetap aman.

Cari juga seller yang memberikan bantuan klaim garansi, agar kalau ada apa-apa nantinya, kita tidak perlu menyervis ponsel ke negara asalnya, cukup kirim ke seller saja. Saat artikel ini dibuat, harga Nokia 7 Plus termurah di Singapura berkisar Rp5,4 jutaan, sedangkan di Tokopedia berkisar di Rp5,6 jutaan. "Lebih baik beli langsung di Singapura, dong?" Jika kamu mengesampingkan garansi, atau sudah biasa bolak-balik ke luar negeri tiap minggu, maka tentu lebih baik beli dari luar langsung. Sesuaikan dengan kondisi saja ya.


Nantikan review lengkap dari Nokia 7 Plus minggu depan. Stay tuned!
Melihat Isi Kotak (& Tips Membeli) Nokia 7 Plus Melihat Isi Kotak (& Tips Membeli) Nokia 7 Plus Reviewed by Prasetyo Herfianto on Agustus 20, 2018 Rating: 5

5 komentar

  1. udah kecewa sama nokia.
    nungguin 7plus sama banget gak rilis-rilis dimari.
    duit tabungan sampe cukup buat po note 9.
    jadinya beli note 9 aja deh buat gantiin lumia ane :')
    bener-bener kecewa sama nokia.

    BalasHapus
  2. Ini nih hape yg super PHP, udah kepincut berbulan bulan tp tak kunjung keliatan hilalnya. Akhirnya krn budgetnya udah disimpan kelamaan dan hape daily driver yg udh uzur semakin merengek minta diganti terpaksa dana nya dialokasikan ke brand lain. Sorry nokia, harusnya kita CLBK tapi this time you fail me again.

    BalasHapus
  3. Ini penulis beli di t*ped ya, gw liat gambarnya sama cuma tanpa watermark nokianesia aja. LOL.. Btw itu made in india atau china nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul :) dari kode negaranya sih Malaysia.

      Hapus
  4. Mana review lengkapnya? Ada bbrp penasaran:
    1. Sensor kameranya pake apa? Bisa dicek?
    2. Bisa kasih sample kalo dipake buat rekam konser apakah sebagus nokia lama? Suaranya distorsi ga?
    3. Bisa hide tombol menu dibawah dan pake gesture?

    BalasHapus