Langsung ke konten utama

Ingin Membeli Nokia 6 Non Resmi? Ketahui Dulu Risikonya.


Bagi Nokia fans yang sudah tidak sabar ingin membeli ponsel Android Nokia terbaru, pasti akan tertarik untuk membeli Nokia 6 yang kini dapat banyak ditemui di marketplace/e-commerce Indonesia. Namun ponsel tersebut tidak dijual secara resmi, melainkan dengan garansi distributor, dan membawa sejumlah risiko. Apa saja?

Walaupun ketiga ponsel Android Nokia sudah lulus TKDN di Indonesia, HMD Global masih membutuhkan waktu agar ponsel-ponselnya dapat dibeli oleh masyarakat tanah air. Di India, Nokia 3 sendiri tersedia di banyak toko ritel resmi secara offline, berbeda dengan brand ponsel sekelas lainnya yang cenderung hanya fokus melakukan penjualan secara online. Hal seperti ini tentu membutuhkan waktu lebih lama.

Nokia 3 dengan brand ambassador Nokia Mobile India. (Credit: FoneArena)

Lalu muncullah beberapa penjual Nokia 6 di e-commerce Indonesia yang seakan memberi solusi agar kamu dapat memiliki ponsel ini lebih dulu, daripada menunggu tersedia secara resmi tanpa kepastian (paling tidak hingga tulisan ini dibuat). Kok bisa jual duluan, kalau yang resmi belum tersedia? Skemanya sama seperti ponsel Xiaomi bergaransi distributor. Ponsel didatangkan dari negara lain dimana di negara tersebut sudah dirilis. Asumsi kami, Nokia 6 yang dijual non-resmi bergaransi distributor ini didatangkan dari China, tempat Nokia 6 pertama kali dirilis.




Jika memang benar, perlu diketahui jika Nokia 6 varian China dari awal tidak dilengkapi oleh layanan Google (Google Play Services). Dan sama seperti ponsel Xiaomi kebanyakan, Nokia 6 versi distributor telah diganti ROM-nya dengan ROM yang telah dilengkapi Play Store (info ini kami dapat dari sini). Risikonya, ROM hasil modifikasi seperti ini tidak akan mendapat pembaruan software. Padahal salah satu diferensiasi ponsel Android Nokia dengan yang lain adalah mendapatkan update keamanan rutin serta versi Android terbaru. Bagaimana jika diganti ROM? Hingga saat ini, halaman dukungan Nokia Mobile hanya menyediakan online user guide, tidak seperti Xiaomi yang menyediakan ROM untuk di-download dan install sendiri dengan cara yang relatif rumit.


Selain itu, HMD juga telah melakukan beberapa revisi hardware pada Nokia 6 varian China. Sebagai contoh, NokiaMob sempat membeli Nokia 6 varian China dan mendapati huruf pada logo Nokia di cover belakang mudah lepas. Setelah dikomplain, HMD merespon jika hal itu terjadi pada batch produksi awal Nokia 6, dan sudah tidak terjadi di produksi setelahnya. Beruntung jika reseller mau membantu untuk menukarkan unitnya. Jika tidak, maka pembeli hanya akan disalahkan dengan alasan penggunaan yang tidak normal.

(Credit: NokiaMob)

Yang terakhir, asumsi jika ponsel Nokia Android nantinya tetap dilayani oleh Unicom Care Indonesia (yang saat ini telah menggantikan Nokia Care), maka pemilik Nokia 6 nonresmi tidak akan bisa menyervis ponselnya lewat Unicom. Aturan ini sudah berlaku untuk ponsel Xiaomi yang kebetulan juga ditangani oleh Unicom. Walaupun hendak membayar biaya servis diluar garansi, ponsel non resmi tetap akan ditolak oleh pihak Unicom.

Segala risiko di atas tidak mutlak terjadi pada semua unit Nokia 6 yang dijual non resmi ya. Mungkin saat ini sudah ada penjual Nokia 6 varian Global, yang berarti risikonya tinggal masalah purnajual. Jika kamu bisa menerima segala risiko tertulis di atas, silakan untuk membeli Nokia 6 duluan. Jika tidak, baiknya terus menunggu varian resminya ya.

Sumber: NokiaMob.net (1, 2)

Komentar